Sabtu, 02 November 2013

SERING kita mendengar pertanyaan: Bagaimana cara menjadi sosok guru yang dihormati? Jawabnya mudah: Pasang air muka sangar, persiapkan suara nyaring, kemudian ancamkan nilai buruk kepada siswa jika mereka tak menghormati Anda.
Lantas, apakah mereka, para peserta didik itu benar-benar akan hormat? Ya. Dengan ikhlas? Belum tentu, dan kebanyakan, saya yakin: tidak!
Sejenak, mari kita letakkan antologi kitab administratif perangkat pembelajaran. Baik itu rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), silabus, program semester (promes), maupun program tahunan (prota). Ketahuilah, sebagai pendidik, di luar ranah akademik ada area yang sifatnya universal. Saya menyebutnya domain ekstraakademik, suatu tempat pertalian relasi antara manusia dan manusia. Ingat, men is a social beings(Aristoteles).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, Pancasila tetap relevan sebagai pedoman rakyat Indonesia. Di dalamnya terdapat nilai-nilai ketuhanan, kesatuan, keadilan, termasuk jujur dan antikorupsi.
Ganjar menyampaikan hal itu dalam Studium Generale bertajuk “Memperkokoh Jawa Tengah sebagai Benteng Pancasila”, di Gedung C7 Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) Kampus Sekaran Gunungpati, Kamis (3/10). Kegiatan ini digelar oleh Jurusan Politik dan Kewarganegaraan FIS Unnes.
Pria yang kerap mengenakan kemeja putih dipadukan dengan celana jeans itu meminta masyarakat tidak hanya berbicara Pancasila sebagai sebuah benteng tanpa ada wujud nyata.
“Kalau cuma benteng apa wujudnya? Jangan-jangan wujudnya toleransi terhadap korupsi, kemewahan, dan penindasan,” katanya penuh semangat.
Sebelumnya, saat pembukaan acara, Rektor Unnes Prof Fatkhur Rokhman memaparkan visi Unnes sebagai Universitas Konservasi bertaraf internasional yang sehat, unggul, dan sejahtera.
“Untuk membangun itu semua, harus disinergikan dari semua aspek di lingkungan pendidikan,” ungkap Prof Fathur yang kemudian menyebutkan pilar-pilar konservasi, antara lain penanaman pohon, green transportation, green energy, paperless, dan konservasi budaya.
Acara ini, menurut Ketua Panitia Noorochmat Isdaryanto MSi, bertujuan sebagai cara mencari solusi atas masalah kewarganegaraan dan kebangsaan di Jawa Tengah melalui diskusi kampus, sehingga kampus tidak berkesan sebagai menara gading. “Terutama dalam mengawal ideologi Pancasila,” katanya di hadapan ratusan mahasiswa Jurusan Politik dan Kewarganegaraan itu.

Kamis, 10 Oktober 2013

Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Fathur Rokhman MHum mewisuda 3.578 mahasiswa dari berbagai program studi selama dua hari, Selasa-Rabu (8-9/10), di auditorium kampus Sekaran.
Adapun rincian mahasiswa yang diwisuda Selasa (8/10), sejumlah 414 mahasiswa berasal dari Program Pascasarjana (PPs), 575 Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), 529 Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), serta 328 Fakultas Ilmu Sosial (FIS). Sedangkan 492 mahasiswa berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), 243 Fakultas Teknik (FT), 504 Fakultas Ilmu Keolaharagaan (FIK), dan 404 Fakultas Ekonomi (FE) dan 86 Fakultas Hukum (FH) akan diwisuda esok hari, Rabu (9/10).
Dalam sambutannya, Rektor menyatakan kegembiraannya atas keberhasilan dan kesuksesan dalam menyelesaikan studi. “Kesuksesan ini tentulah merupakan sebuah momen bersejarah, sukses tidaknya studi hari ini akan menentukan sebagian besar hidup dan kehidupan di masa mendatang,“ katanya pada wisuda periode II tahun ini.

Jumat, 13 September 2013

Hidup Mahasiswa!
Ikuti PKMMTJ Jur PKn
Kuota terbatas
Biaya: 20rb
Pendaftara via SMS:

PKMMTJ_NAMA_JUR_PRODI_NIM/ANGKATAN.
Contoh: PKMMTJ ERMAN PKN PPKn 3301412006/2013.
Kirim ke Firna (089667926209) Nickael (08983823744)
PENDAFTARAN 12 - 19 SEPTEMBER 2013

Kamis, 16 Mei 2013

Pengumuman ditujukan kepada peserta olimpiade Pancasila dan UUD 1945 :
Bagi sekolahan yang sudah melakukan pembayaran melalui transfer ke rekening panitia,setelah diverifikasi ada beberapa peserta yang belum mengirimkan biodata peserta.Dimohon segera untuk mengirimkannya ke email pkn.olimpiade@yahoo.com. Agar mempercepat proses Regristasi Biodata Peserta.








(INFO PENUTUPAN PENDAFTARAN SAMPAI TANGGAL 17 MEI 2013 )
BURUAN SEGERA DAFTARKAN PESERTA DIDIK.
TERIMA KASIH


Panitia Bulan Pancasila ( Olimpiade Pancasila dan UUD 1945 Se-Jawa tengah dan DIY )

Senin, 29 April 2013



































                                                                                 
Himpunan Mahasiswa Politik dan Kewarganegaraan FIS UNNES mengadakan Olimpiade Pancasila dan Undang-Undang 1945 Se Jawa Tengah dan DIY dalam serangkain kegiatan Bulan Pancasila.
Harapanya Kegiatan ini Berjalan dengan lancar.




Kamis, 11 April 2013

Assalamualaikum wr.wb. Selamat malam bapak/ibu
Kami dari panitia Bulan Pancasila ingin memberitahukan bahwa untuk pendaftaran olimpiade pancasila dan UUD 1945 dapat dikirim ke email pkn.olimpiade@yahoo.com
Mohon maaf untuk kekeliruan dalam penulisan alamat email dipetunjuk pelaksanaan yang kami berikan
Terimakasih...

I.                   GENERAL
A. PENDAHULUAN
Di tengah arus global yang tergambar dalam wujud globalisasi baru-baru ini, muncul isu “kemandirian bangsa” yang bukan hanya menjadi persoalan penting, tetapi sekaligus merupakan suatu kebutuhan bagi bangsa Indonesia. Setidaknya ada beberapa perspektif yang dapat diajukan tentang kemandirian bangsa Indonesia, termasuk oleh pemuda.
Mendiang Presiden Soekarno misalnya memaknai kemandirian bangsa dalam apa yang disebutnya sebagai “Tri Sakti” yakni berkedaulatan di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan. Begitupun dengan pemimpin Indonesia yang sejak awal kepemimpinannya terus memacu semangat kemandirian bangsa, agar kita dapat berdiri sejajar dengan bangsa lain di dunia, yang dari aspek peradaban dan ilmu pengetahuan sudah lebih dulu maju.
Kemandirian bangsa tentu saja menjadi atensi dari semua elemen bangsa khususnya pemuda sebagai pengemban masa depan bangsa. Tidak dapat dipungkiri bahwa pemuda memiliki peranan sejarah yang penting dan berkelanjutan dalam perjalanan kehidupan berbangsa. Mengingat peranan dan posisinya yang strategis dalam konfigurasi kehidupan kebangsaan, sudah sepatutnya pemuda dipandang sebagai aset sosial bangsa yang strategis. Secara kuantitatif, jumlah pemuda Indonesia hampir mencapai 40 persen dari total 250 juta penduduk Indonesia atau sekitar 80 juta jiwa. Sedangkan secara kualitatif, pemuda pun memiliki talenta dan kapasitas yang cukup memadai untuk menjalankan tugas-tugas kepeloporan dalam pembangunan nasional, demi menuju pencapaian kemandirian bangsa.

Jumat, 29 Maret 2013
















Himpunan Mahasiswa Politik dan Kewarganegaraan FIS UNNES pada tahun 2013 ini dengan semangat nan harmoni akan mengadakan serangkain kegiatan pada bulan mei dan juni dengan nama BULAN PANCASILA. Di dalam serangkain BULAN PANCASILA ini terdapar beberapa agenda kegiatan antara lain :
1. Bedah Buku dengan tema Deskontruksi Pancasila
2. Lomba Olimpiade SMA ( Pancasila dan UUD 1945 ) Se - Jawa Tengah dan DIY
3. Lomba Debat SMA ( Se Karisedenan Semarang )
4. Lomba Futsal Se - Hima UNNES
5. Closing Ceremonial
Dengan daya upaya dan dukungan berbagai kalangan ,semoga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.