Kamis, 11 April 2013


I.                   GENERAL
A. PENDAHULUAN
Di tengah arus global yang tergambar dalam wujud globalisasi baru-baru ini, muncul isu “kemandirian bangsa” yang bukan hanya menjadi persoalan penting, tetapi sekaligus merupakan suatu kebutuhan bagi bangsa Indonesia. Setidaknya ada beberapa perspektif yang dapat diajukan tentang kemandirian bangsa Indonesia, termasuk oleh pemuda.
Mendiang Presiden Soekarno misalnya memaknai kemandirian bangsa dalam apa yang disebutnya sebagai “Tri Sakti” yakni berkedaulatan di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan. Begitupun dengan pemimpin Indonesia yang sejak awal kepemimpinannya terus memacu semangat kemandirian bangsa, agar kita dapat berdiri sejajar dengan bangsa lain di dunia, yang dari aspek peradaban dan ilmu pengetahuan sudah lebih dulu maju.
Kemandirian bangsa tentu saja menjadi atensi dari semua elemen bangsa khususnya pemuda sebagai pengemban masa depan bangsa. Tidak dapat dipungkiri bahwa pemuda memiliki peranan sejarah yang penting dan berkelanjutan dalam perjalanan kehidupan berbangsa. Mengingat peranan dan posisinya yang strategis dalam konfigurasi kehidupan kebangsaan, sudah sepatutnya pemuda dipandang sebagai aset sosial bangsa yang strategis. Secara kuantitatif, jumlah pemuda Indonesia hampir mencapai 40 persen dari total 250 juta penduduk Indonesia atau sekitar 80 juta jiwa. Sedangkan secara kualitatif, pemuda pun memiliki talenta dan kapasitas yang cukup memadai untuk menjalankan tugas-tugas kepeloporan dalam pembangunan nasional, demi menuju pencapaian kemandirian bangsa.


Kaum muda adalah elemen penting dalam pembangunan bangsa. Namun, saat ini, agaknya menjadi hal yang kontradiktif. Berbagai persoalan yang menggelayuti masalah generasi muda  (pemuda/mahasiswa), justru menjadikan pemuda/mahasiswa itu sebagai persoalan tersendiri, dan sulit berharap mahasiswa mampu memberi solusi terhadap persoalan bangsa. Banyak pemuda kita yang sekarang ini terjangkit penyakit multikrisis; krisis mental, krisis eksistensi, dekadensi moral, antisosial-kehidupan yang hedonis, serba instant dan melepas idealisme, serta yang tidak kalah pentingnya adalah masalah penganguran di kalangan pemuda. Kiranya perlu dimaknai bahwa positioning kaum muda dalam konfigurasi kehidupan bangsa, bersentuhan langsung dengan wajah bangsa di masa depan. Itulah sebabnya mengapa kaum pemuda mesti diposisikan sebagai social category mengingat potensi kualitatif dan kuantitatifnya yang bersifat strategis. Kami para mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan berusaha untuk mengembangkan potensi kami sebagai salah satu upaya kami untuk membantu meningkatkan pembangunan terutama mutu pendidikan Indonesia sebagaimana tujuan dari Pendidikan Kewarganegaraan yaitu membentuk warga negara yang baik (to be good citizenship) yang memiliki civic intelligence (kecerdasan), civic responsibility (tanggung jawab dan rasa bangga), dan civic participation (partisipasi dalam kehidupan masyarakat dan negara).
Berangkat dari hal itulah kami bermaksud mengadakan Bulan Pancasila sebagai langkah awal kami untuk mengajak generasi muda Indonesia menjadi warga negara yang berkarakter, inovatif, kreatif dan religius sehingga pondasi bangsa ini tetap berdiri kokoh dan diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan yang cerdas, relevan serta solutif dalam menjawab persoalan-persoalan gerakan mahasiswa menuju Indonesia yang lebih baik.
B. DASAR KEGIATAN
Ø Pancasila
Ø Undang-Undang Dasar 1945
Ø Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003, tambahan lembar Negara Republik Indonesia nomor 4301)
Ø Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelengggaraan pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2010 nomor 23; tambahan lembaran Negara Republik Indonesia nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan peraturan Pemerintah  Republik Indonesia nomor 66 tahun 2010 tentang perubahan atas peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan (lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2010 nomor 112; tambahan lembaran Negara Republik Indonesia nomor 5157)
Ø SK. Mendikbud No. 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi
Ø SK Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional
No.20/DIKTI/Kep/2010 tentang Himpunan Nasional Mahasiswa PKN (HIMNAS PKN)
Ø Program Kerja HIMA PKn Periode 2013-2014






II. GENERAL CONCEPT
A. NAMA KEGIATAN
BULAN PANCASILA
B. TEMA KEGIATAN
Dalam kegiatan ini mempunyai tema yaitu:
MERETAS INTELEKTUAL PANCASILA MENUJU PERSATUAN INDONESIA
C. TUJUAN KEGIATAN
*     Tujuan Umum
           Secara umum rangkaian kegiatan ditujukan untuk menggali berbagai input gagasan dan pemikiran yang diharapkan akan memberi kontribusi nyata bagi upaya meningkatkan peran PKn dalam dunia pendidikan dan sebagai penguatan karakter bangsa.
*   Tujuan Khusus
Adapun yang menjadi tujuan khusus dari kegiatan  ini, adalah sebagai berikut:
·         Mengembangkan budaya berfikir kritis dan kreatif di kalangan generasi muda
·         Meningkatkan pengetahuan, nilai, sikap dan keterampilan serta prestasi Siswa Se-Jawa Tengah dan DIY dalam bidang PKn
·         Membina rasa solidaritas dan kerjasama antar generasi muda
·         Memperluas wawasan pengetahuan
·         Untuk membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan  pada generasi muda serta meningkatkan rasa nasionalisme sebagai penerus negeri.
·         Merealisasikan Program Kerja HIMA PKn 2013-2014

D. PESERTA KEGIATAN
a.    SMA Sederajat Se-Jawa Tengah dan DIY
b.   SMA Sederajat Se-Karesidenan Semarang
c.    Mahasiswa dan Umum
d.   Hima Se-Universitas Negeri Semarang
E. BENTUK KEGIATAN
1.    Bedah BukuDekonstruksi Pancasila
Tanggal                 : 18 Mei 2013  
Waktu                   : 09.00 WIB – 12.00 WIB
Tempat                  : Gedung C7 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang
2.    Olimpiade Pancasila dan UUD NRI 1945 Tingkat SMA (Se Jawa Tengah dan DIY)
 Tanggal                : 29 Mei 2013
 Waktu                   : 07.30 WIB s.d 18.00 WIB
 Tempat                 : Gedung C7 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang
3.    Lomba Debat Pendidikan Pancasila Tingkat SMA ( Se Karesidenan Semarang )
     Tanggal                 : 1 Juni 2013  
     Waktu                   : 08.00 WIB – 18.00 WIB
Tempat                  : Gedung C7 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang
4.    Lomba Futsal antar Hima Se-Unnes
Tanggal                 : 2-5 Juni 2013
Waktu                   : 07.30 WIB s.d 18.00 WIB
Tempat                 : Gedung Olahraga
5.    Closing Ceremony Bulan Pancasila
Tanggal               : 10 Juni 2013
Waktu                 : 07.30 WIB s.d 18.00 WIB
Tempat               : Gedung C7 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang
F. PELAKSANAAN KEGIATAN
              Kegiataan Bulan Pancasila ini akan dilaksanakan pada tanggal 18 mei 2013 sampai 10 Juni 2013 . Dengan rundown acara sebagai mana terlampir.
G. WAKTU DAN TEMPAT
Waktu                 : 18 Mei 2013 sampai 10 Juni 2013
Tempat                           : Lingkungan kampus FIS UNNES
H. RUNDOWN ACARA
            (terlampir i)
I. SUSUNAN PANITIA
            (terlampir ii)
J. ESTIMASI DANA
            (terlampir iii)
K. KESEKRETARIATAN
            Kesekretariatan kegiatan bulan pancasila tahun 2013 HIMA Politik dan Kewarganegaraan FIS UNNES bertempat di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) FIS UNNES Sekaran, Gunungpati, Semarang. Atas nama Uul Mukmin (Ka. HIMA), Hp. 087712511225, atau Sigit Pandu Cahyono (Ketua Panitia), Hp. 085642097817.
Website : himapknunnes.blogspot.com
Email : pkn.olimpiade@yahoo.com

0 Komentar:

Posting Komentar