Sabtu, 06 Juni 2015

TIME OF REFERENCE
POLITICS DEBATE COMPETITION 2015
Sistem debat dalam Politics Debate Competition 2015 ini menggunakan Sistem Debat Parlemen Asia. Sistem Debat Parlemen Asia merupakan salah satu sistem yang digunakan dalam dunia perdebatan dan dianggap paling sederhana sehingga lebih sering digunakan. Sistem ini hampir serupa dengan dengan Sistem Parlemen Amerika dimana terdapat 2 tim yang saling berhadapan dalam satu pertandingan. Sistem ini akan dilaksanakan dengan sistem eliminasi mulai dari babak penyisihan yang akan dilanjutkan dengan babak perempat final (8 tim), semifinal dan final.


Penjelasan Lomba
A.    Ketentuan Tim Debat
1.      Tim terdiri dari mahasiswa aktif di Universitas masing-masing.
2.   Tim peserta debat adalah 16 tim yang telah lolos seleksi tahap I (esai) dan telah melengkapi syarat administrasi.
3.      Dalam sebuah pertandingan debat, terdiri dari 2 tim (tim Pemerintah dan tim Oposisi).
4.   Sebuah tim terdiri dari 3 orang anggota. Sebuah tim dapat bertanding jika anggotanya lengkap, tim tidak dibolehkan mengganti atau menambahkan anggota selama pertandingan berlangsung.
5.      Tim yang tidak hadir dalam pertandingan, akan dianggap mengundurkan diri.
6.    Pertandingan debat dalam setiap babak akan dinilai oleh panel juri yang berjumlah ganjil.
7.      Pertandingan debat akan dipimpin oleh Moderator (Panitia)

B.     Mosi Debat
Mosi adalah topik atau judul perdebatan yang akan diargumentasikan.
1.      Mosi Debat Babak Penyisihan
-          Hak Politik
-          Sistem Pemilu
-          Politik Lokal
-          Pemilu dan Demokrasi di Indonesia
-          Isu Politik

C.    Tim
Dalam sistem parlemen asia, terdapat 2 tim yang saling berlawanan dalam satu pertandingan yang masing-masing terdiri dari 3 pembicara. Tim tersebut yaitu:
1. Pihak Pemerintah
Pihak pemerintah adalah pihak yang berhak mendefinisikan, mendukung dan mempertahankan mosi. Pihak pemerintah beranggotakan:
a. Pembicara satu – membuka perdebatan, mendefinisikan konteks dan parameter debat, serta argument-argumen pendukung kasus yang dibawakan oleh pihak pemerintah.
b. Pembicara dua – membantah sanggahan yang dinyatakan oleh pihak oposisi serta menegaskan kembali kasus dan klaim pihak pemerintah melalui argument-argumen pendukung selanjutnya.
c. Pembicara tiga – membantah sanggahan tim oposisi, menyampaikan resume, analisa mendalam, serta mempertahankan kasus, klaim, dan argument yang telah disampaikan oleh pembicara satu dan pembicara dua.

2. Pihak Oposisi
Pihak oposisi bertugas menyampaikan argumen negasi dari mosi yang diperdebatkan serta membantah klaim, kasus, serta argument yang disampaikan pihak pemerintah. Pihak oposisi beranggotakan:
a. Pembicara satu – Mengungkapkan respon terhadap argumen-argumen dan parameter kasus pemerintah, memberikan gambaran kasus oposisi, dan mempertanyakan mosi jika definisi dai mosi ini bisa dipertanyakan;
b. Pembicara dua – Membantah argument yang disampaikan Pembicara dua dari pihak Pemerintah, dan memperkuat argument oposisi.
c. Pembicara tiga – menyampaikan analisa mendalam akan argumen dan sanggahan sebelumnya, tidak menyampaikan argumen baru dan menyampaikan resume singkat akan argument dan klaim sebelumnya.
D.    Tahap Persiapan
1.      Penentuan ruangan pertandingan dan Pemasangan lawan (Match-ups) akan diumumkan sebelum mosi debat dirilis.
2.      Mosi debat akan dirilis 30 menit sebelum debat dimulai dalam suatu babak tertentu
3.      Dalam waktu 30 menit tersebut, tim diberi waktu melakukan persiapan untuk membangun kasus mereka sebelum pertandingan dimulai.
4.      Tidak diperbolehkan adanya penggunaan media apapun (seperti, Handphone, laptop, dsb) saat pelaksanaan debat berlangsung.
5.      Pendamping peserta diperkenankan mendampingi peserta debat  hanya sampai batas akhir technical meeting.
6.      Tim harus hadir di ruangan pertandingan 10 menit sebelum debat dimulai. Tim yang terlambat tidak mendapat tambahan waktu untuk melakukan persiapan di luar waktu persiapan (30 menit).
7.      Pertandingan debat akan dimulai setelah waktu persiapan (30 menit) usai, dan panel juri telah tiba dalam ruangan tersebut.
8.      Jika tim tidak hadir setelah waktu persiapan usai, dan panel juri telah tiba, pertandingan debat akan ditunda selama 5 menit untuk menunggu tim tersebut hadir. Jika tim tersebut belum hadir setelah 5 menit, maka tim tersebut dinyatakan diskualifikasi atas persetujuan juri.

E.     Waktu Pidato
- Pada babak penyisihan dan perempat final, Setiap pembicara disediakan waktu 5 menit untuk memberikan argumennya pada pidato utama, dan pada pidato jawaban disediakan waktu 3 menit untuk memberikan argumen jawaban. Pembicara yang berhak menyampaikan pidato jawaban adalah pembicara satu dan pembicara dua.
*Ketukan Peringatan
Pidato Utama,
Akhir menit pertama, satu kali ketukan
Menit ke-empat, satu kali ketukan
Menit ke-lima, dua kali ketukan
Ketukan terus menerus, digunakan sebagai peringatan bagi pembicara yang telah melewati batas waktu memberikan argumen.

Pidato Jawaban,
Menit ke-tiga, dua kali ketukan
Ketukan terus menerus, digunakan sebagai peringatan bagi pembicara yang telah melewati batas waktu memberikan argumen.

- Pada babak semifinal dan final, Setiap pembicara disediakan waktu 7 menit untuk memberikan argumennya pada pidato utama, dan pada pidato jawaban disediakan waktu 5 menit untuk memberikan argumen jawaban. Pembicara yang berhak menyampaikan pidato jawaban adalah pembicara satu dan pembicara dua.
*Ketukan Peringatan
Pidato Utama,
Akhir menit pertama, satu kali ketukan
Menit ke-enam, satu kali ketukan
Menit ke-tujuh, dua kali ketukan
Ketukan terus menerus, digunakan sebagai peringatan bagi pembicara yang telah melewati batas waktu memberikan argumen.

Pidato Jawaban,
Menit ke-lima, dua kali ketukan
Ketukan terus menerus, digunakan sebagai peringatan bagi pembicara yang telah melewati batas waktu memberikan argumen.



F.     Mekanisme Interupsi
1.      Interupsi dapat diberikan saat pidato utama disampaikan oleh pihak lawan, interupsi dapat dimulai setelah akhir menit pertama hingga menit ke-empat. Interupsi tidak dapat disampaikan saat pidato jawaban.
2.      Interupsi diindikasikan oleh anggota tim lawan dengan mengangkat tangan dan meminta kepada pembicara yang sedang berpidato untuk melakukan interupsi.
3.      Pembicara yang sedang berpidato harus memberikan respon pada tim lawan yang meminta untuk melakukan interupsi dengan pernyataan menerima atau menolak interupsi yang diajukan.
4.      Jika interupsi diterima, maka interupsi harus berisi pertanyaan, klarifikasi, atau komentar yang disampaikan dalam 15 detik.
5.      Tim yang menerima interupsi hanya atau kurang dari dua kali interupsi, tim juri berhak menjatuhkan pinalti terhadap tim tersebut karena dianggap tidak dapat merespon atau tidak siap melakukan debat
6.      Tim yang melakukan interupsi hanya atau kurang dari dua kali interupsi, tim juri berhak menjatuhkan pinalti terhadap tim tersebut karena dianggap tidak dapat merespon atau tidak siap melakukan debat
G.    PINALTI
1.      Tim yang menyerah debat berlangsung akan dinyatakan kalah dan tim lawan akan dinyatakan menang dengan skor atau nilai rata-rata.
2.       Adanya pelanggaran dalam peraturan ini akan dikenakan penalti oleh panitia atas persetujuan tim juri
3.      Penalti mencakup pengurangan, skor individual, skor tim dan diskualifikasi.

H.    Kriteria Penjurian
Sistem ini dinilai oleh sebuah panel juri yang beranggotakan 3 orang (direkomendasikan) atau lebih berdasarkan kriteria berikut:
1. Matter (40) – mengenai substansi debat, argument dan bukti-bukti yang disajikan, penalaran logis, dan penyampaian argument.
2. Manner (40) – gaya penyampaian pidato, keahlian persuasi, dan tindakan peserta
3. Method (20) – respon yang dinamik dari debat dan kesesuaian dari prinsip-prinsip debat

*Ketentuan Lain yang Belum Diatur, Selanjutnya Akan Diatur Oleh Panitia

KEPUTUSAN DEWAN JURI BERSIFAT TETAP, MENGIKAT, DAN TIDAK DAPAT DIGANGGU GUGAT

0 Komentar:

Posting Komentar